just to tell u the untold ones..

Posts tagged ‘SPOG’

Doctors (SPOG)

Hai, rasanya blog ini bakal makin panjang karena si ibu ceriwis makin kesini makin sering nulis. Kalau anak sudah selesai mandi, makan nasi, makan buah dan lalu asik main sendiri sih ibu jadi enak. Bisa sedikit nyicil nulis atau me time lainnya.

Ada beberapa review dokter (berdasarkan pengalaman pribadi yaa..) yang mungkin berguna utk teman teman semua.

1. Dokter Irham Suheimi (SPOG) waktu itu konsul di BIC Morulla sekitar tahun 2011-2012 dalam rangka promil. Dokter Irham orangnya ramah, mudah ingat nama dan ga segan nyapa pasien di luar ruangan. Dulu antriannya belum sepanjang sekarang ya buibu, jadi masih bisa diskusi cukup banyak. Dokter Irham pro normal untuk promil. Apalagi dengan status kami yg waktu itu baru setahun dua tahun menikah dan posisi berjauhan (Prabumulih – Jakarta).

2. Dokter Susi SOPG. Konsul pertama di RS Pertamina Prabumulih di kasus keguguran yang pertama tahun 2011. Dokter Susi cukup komunikatif, berusaha mempertahankan kehamilan dengan saran bedrest total di RS, pemberian penguat kehamilan dan infus. Walau akhirnya kuret juga karena ternyata kehamilan tetap tidak dapat bertahan. Dokter Susi juga yg pertama kali suggest untuk test TORCH, dan menghentikan penggunaan pembesar sel telur karena saya sudah minum selama 18bulan terus menerus.

3. Dokter Rachman RS Bunda Prabumulih. Dokter senior di Prabu, antrian banyak padahal waktu itu tahun 2012, so sekarang mungkin makin bludak yess. Kesana cuma sekali pas keguguran kedua. Dokternya ga buru buru meriksanya walau antrian padat dan terkesan tenang, mungkin karena sudah senior ya.

4. Dokter Reza Tigor Manurung (SPOG). Pertama konsul di Eka Hospital tahun 2013. Waktu itu lupa bagaimana awalnya bisa masuk ke ruang Dokter Reza trus konsul program. Dokter sarankan utk HSG, utk memastikan saluran tuba terbuka. Waktu itu ga kami turutin dooong suggest nya. Dan somehow, next meet nya, saya KET..! Lalu Dokter sarankan kami langsung BT dan kami ga nurut lagi. eh 3x insem gagal, lalu BT baru dapet si Mas. Doain dong saya ga kenapa napa, krn terakhir Dokter Reza rujuk saya ke dokter spesialis jantung tapi saya ga nurut. ga bisa nurut. Surat rujukannya masuk ke dokumen kantor sih.. dan sy udah cuti melahirkan coba. masak musti ke kantor, SCB kan makin terasa jauh kalo lagi cutayyyy.

Shorty, bagus dokter Reza ini kok. Banyak printilan yg diperiksa dan cukup waktu diskusinya. Favorit saya dan suami.

Emang sih pas kita ada masalah atau ga nurut, Dokter satu ini bs serem banget.. Tapi kalau badai masalah udah berlalu, dia baik kok. Bisa loh periksa jahitan sambil nyanyi nyanyi misalnya (kayaknya ga sadar sih..).

Note : kalau USG trans-V jangan kuatir buibu, yg insert tool nya suster kok. Kali kali ada buibu yg concern masalah begini.

5. Dokter Taufik Jamaan SPOG. Dokter senior di RSIA Bunda. Dulu pertama konsul di Hermina Jatinegara 2010. Langsung suka karena Dokter Taufik punya time schedule pemeriksaan, 2-3 bulan intensive pemeriksaan (darah, USG, HSG sampai sperma suami dll) maka seharusnya sudah dapat diperoleh saran program yang seharusnya dilakukan. Karena Hermina Jatinegara jauh banget yess dari Bintaro, dan posisi saya masih di Prabumulih serta RS rujukan kantor utk program adalah di BIC, maka nama DR Taufik sempat hilang dari perdokteran kami. Lalu somehow 2015 kami menemukan nama DR Taufik di list dokter BIC lalu kami datang ke Dokter Taufik langsung dengan cerita mau agresif program bayi tabung. Dokter setuju mengingat beberapa catatan keguguran, KET dan kegagalan insem sebelumnya. Somehow, jodoh aja kami sama Dokter Taufik. Alhamdulillah diberi lancar antrian konsul dan diskusi cukup terbuka tanpa ada kesan tergesa gesa, padahal antrian panjang juga. Kehamilan kedua ini kami program masih dengan Dokter Taufik. Alhamdulillah diberi rejeki hamil sudah 9 bulan jalan.. MasyaAlloh tabarokalloh. Sekarang Dokter gak praktek lagi di BIC, tapi masih praktek di RSIA Bunda Menteng, sebelah BIC.

6. Dokter Merry Liong SPOG Dokter seribu umat di Eka Hospital. Dokter Merry adalah satu satunya dokter perempuan yang jadualnya full hampir tiap hari ada dan rumahnya deket dengan Hospital. Antrian banyak dan suka jadi ga tega kl mau diskusi lama, secara temen sesama Bumil yg antri kesian kan kalo kelamaan nunggu. Dokter Merry orangnya ramah dan keibuan. Dan mau jawab wassap kalau ada yg mau ditanyakan. Dan Dokter Merry mudah ingat sama pasien.. (kok bisa ya? kan bejibunnnn). Kelahiran si Mas waktu itu dibantu Dokter Merry, keputusannya waktu itu adalah langsung tindakan sesar mumpung CTG masih segar. Padahal waktu itu jam 10 malam. Dan operasi di mulai jam 11 malamnya.

Masih ada Dokter Wiku, Dokter Bambang Karsono, Dokter Nando BIC, Dokter Caroline BIC, Dokter Anggia Lubis BIC dll dkk SPOG yg blm sempat di tulis ya reviewnya. Semoga nanti bs nyambung nulisnya dan berguna.

Tiap Dokter pada dasarnya punya gayanya masing masing. Karena udah banyak muter muter SPOG, maka saya sampai di suatu titik untuk mengabaikan personality judgement dan banyak belajar dulu sebelum dperiksa, lalu terbuka dengan pendapat dokter (walau google tau banyak, tapi google ga lulus kuliah dokter yess.. jadi selow aja, jangan nge-gas kalo ada pendapat dokter yg beda sama google. tanyain aja.. mereka expertnya).

Advertisements

Tag Cloud