just to tell u the untold ones..

an affair to forget

8 juni 2009.

Entah,  benar atau tidak keputusan saya untuk mengambil kalimat diatas sebagai title ulasan saya kali ini. karena sebenarnya affair yang terungkap dari hasil share beberapa teman tidak dapat dikatagorikan sebagai an affair, melainkan some-affair  😉

Affair, dikatakan jamak menyerang sesama pekerja di beberapa kantor. Alasan utama dari banyak kasus ini adalah (kalau mereka tega bilangnya yah..) ketidak puasan terhadap pasangan. Many reason i’ve ever heard, but basicly, these are all caused by KetidakPuasan terhadap Pasangan.

Sebuah kisah, seorang don juan, i mean, yah muka sedikit oke tidak terlalu mengecewakan, slip gaji dua digit belum termasuk bonus, perawakan cukup oke dan senyum tertebar semena-mena dimana-mana. Dia, memiliki seorang istri yang cantik, baik, dengan tubuh aduhai (padahal uda punya anak sekian..), pandai memasak dan berdandan. Dia, setelah dengan muka kusut memelas meminta waktu saya untuk sekedar share (saya menolaknya, dan suggest untuk share aja by email).. mengaku, punya suatu undescribe-able-kind-of-relationship dengan si A, salah seorang pegawai suatu perusahaan di kota A. Intinya, mereka care each other. Bila si A mau makan malam keluar, maka si mas don juan ini akan melarangnya dengan alasan berbahaya, kurang baik untuk seorang wanita keluar malam-malam, lebih baik beli aja sore harinya, nanti dimakan malam klo mau.. Bila si Hendro atau Parmin atau Karjo hendak mengajak keluar sekedar menengok rekan yang sakit, maka mas don juan ini juga akan bilang.. ajaklah si mira, yanti atau angelic bersama.. ga usah pergi ama hendro, parmin ataupun karjo. Tapi, kalo keluar beli makan malem bareng dia atau menengok bintang bareng dia, semuanya sah tuh jadinya..?? lalu? yaa.. adegan dewasa versi KNPI terjadi tanpa I (berdasarkan pengakuan), cukup KNP, karena mereka (katanya) masih menghargai norma.. Eh, tau kan KNPI? Kissing, Necking, Petting and Intercost. Tahapan kegiatan intim manusia (saya mendapatkan deskripsinya dari teman2 PKBI dan Jurnal Perempuan).  Aiihhh.. cak mano (gimana-palembangan) nih?? sementara itu, saya sering melihat adegan ramah tamah yang terjadi antara si A dengan Jeng Don Juan, istri mas Don Juan itu. Muak bukan melihatnya??

Itu hanya satu dari sekian affair yang di-share-kan kepada saya. Dan karena saya bukan psikolog maupun badan konsultan perkawinan, maka saya hanya membantu mereka sebisa saya, mendengarkan dan kemudian sedikit memaki kelakuan mereka tentunya.. Intinya, i don’t like with what u’ve both done and stop it right now..!! 

Ya ya ya, seandainya mereka tau, teman-teman hacker saya bisa membobol isi sms maupun tujuan telpon suatu nomor telepon. dan kalau temen2 saya bisa, tentunya, diluar sana, banyak sekali orang2 yang punya kemampuan yang sama bahkan lebih. Dan kalau ada yang memang berniat buruk, bisa saja affair ini menjadi senjata ampuh mereka. wallahu’alam.. so, stop it then forget it, would u?  😉

Anw, rata-rata pelaku menyadari posisi mereka, dan sebenarnya tau, bagai mana harus menyelesaikannya. Tapi mereka memilih mendengarkan perasaan mereka sendiri saat itu. Wallahu’alam.. Pelaku memang menyesal, tapi mayoritas penyesalan adalah setelah semua terungkap. Well, itu resiko anda bukan? 

Saya sendiri belum bisa bicara banyak tentang pernikahan. Setahu saya, dari share beberapa teman lainnya dan share dari bapak2 di kantor saya, pernikahan adalah kepercayaan dan pengertian. Naif  memang kedengarannya. Tapi begitulah adanya. Bukankah di dalam hubungan pacaran/ penjajagan-pun, kepercayaan dan pengertian juga sangat di perlukan? seorang teman lama beberapa hari lalu share tentang penyebab putusnya hubungan seriusnya dengan seorang gadis. dikarenakan sulitnya komunikasi untuk membangun sebuah kepercayaan. Komunikasi yang baik, mungkin itu yang sulit. karena umumnya, pria lebih sulit untuk mengungkapkan isi hatinya, sedangkan wanita lebih terbawa emosi. We’re livin in different planet, aren’t we? walaupun tetap d bumi. Karenanya, mari berbicara pelan dan baik-baik. Mnecoba mendengarkan dan mencoba memahami. 

Sementara itu, Pengawasan kegiatan pasangan mungkin menjadi hal yang sangat perlu dilakukan, asalkan dengan cara yang baik-baik dan komunikatif. Cemburu, sangat dianjurkan, asalkan masih mau mendengar alasan. Marah juga diperbolehkan, asal tidak di tempat umum dan tau resikonya.

Tapi diluar itu semua, ingatlah, sekuat-kuatnya anda menjaga pasangan anda, takkan pernah anda secuilpun menjaganya dari takdir Tuhan. Bismillah.. Bukankah sebenarnya aturan hiduppun telah diatur dengan indah di Al Quran? maka ikutilah.. 

Dan di akhir tulisan saya ini, saya punya bonus kabar yang cukup membuat saya tersenyum lega. Anda boleh ikut tersenyum juga kalau berkenan.. Kabar itu datang dari kantor nyaman saya di kota kecil di sumatera selatan. Pernikahan om2 dan tante2 disini, setahu saya, aman-aman aja tuh.. Walaupun beberapa memiliki domisili keluarga di jakarta, namun justru hal itu yang membuat mereka memiliki warna dalam hidup rumah tangga mereka (walaupun kalo bisa sih, pindah jakarta aja biar deket keluarga..hehe). Kata mereka, yang penting bisa saling dipercaya dan bisa saling mengerti. Dan, kangen2an tiap weekend menjadi sensasi indah untuk pernikahan jarak jauh mereka. Alhamdulillah.., semoga selalu begitu, amienn  🙂

 

-prahasti-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: