just to tell u the untold ones..

A Beautiful Lady wanna be..

Lama tidak menulis rupanya cukup menulikan jari-jari saya. .  Karenanya, maka hari ini saya mencoba untuk kembali menulis.

Tulisan saya ini diawali dengan ingatan saya yang melayang ke suatu tugas kedinasan di suatu hotel. diantara kedinasan itu, saya sempat melihat serombongan perempuan2 cantik (fisically tentunya, krn saya tidak sempat mengenal mereka person to person). Rupanya mereka para anggota training pekerja baru dari suatu bank. Dan tentunya, karena mayoritas dari pekerja di perusahaan tempat saya bekerja adalah pria, maka para sibling saya inipun riuh rendah berceloteh riang sambil memasang muka berbinar melihat banyak perempuan cantik berseliweran. ..haha.. sedikit lupa dengan istri di rumah nampaknya 😉

Ingatan saya ini memaksa saya untuk melirik ke arah kaca. Ahahaa.. saya memang selalu merasa perlu angkat tangan dan menjauh bila ada perempuan cantik berseliweran, secara saya merasa so far far far away dari keadaan mereka. Wow, tentunya saya menutupi perasaan ‘iri keperempuanan’ saya itu. Gengsi bow, masak langsung ngacir sih? pelan-pelan aja.. mundur.. lalu, kaburrrr.. 😉 ahahaa.. lucky me, saya belum pernah benar2 kabur karenanya.

Anyway, karena ingatan saya ini, saya jadi me-review beberapa kejadian hidup saya.

Bagaikan gema, begitulah hidup. Apa yang kita dapat adalah gambaran dari apa yang kita perbuat. Wallahualam..

Saya tergelak sendiri saat saya melihat kaca. Tentu saja saya jauh dari that beautiful lady’s figure, putih, tinggi, langsing, rambut panjang.. Wajar, saya tipikal perempuan yang memilih berjalan2 di sebuah kaki gunung untuk sekedar menghirup udara segar dan menyentuh embun-embun pagi hari.. saya lebih senang menemani seorang sahabat yang sedang berduka, ketimbang harus pergi ke salon (schedule salon saya selalu canceled). saya lebih memilih memakan hidangan tuan rumah dari pada melihatnya tersenyum getir mendengar tawaran makan darinya telah saya tolak. intinya, saya lebih mementingkan kata nyaman.. Al hasil, awut2an dooong… 😉 Dan tentu saja, voila..! it’s me.. completed with all my minusses..

Ah, sudahlah.. itu pilihan saya. tapi saat ini saya tinggal di sebuah kota kecil di sumatera. akses yang cukup remote ini membuat saya jarang mendapatkan tamu dirumah saya (setidaknya frekuensi tamu di rumah saya sekarang sangat jauh lebih kecil ketimbang dulu saat saya masih kuliah di jogja). Jadi, sebenarnya saya jadi punya cukup waktu untuk diri saya sendiri (sayangnya malah banyak saya manfaatkan untuk tidur hehehe)..

Memanfaatkan waktu yang ada, itu judulnya. Terinspirasi saat saya membaca catatan kecil saya waktu di jogja “do it now, for ur future”. Jadi, saya memulai kembali track jogging sore saya (sesudah setahun lebih vakum). memulai kelas sauna sekedar untuk merasakan sakitnya menjadi lebih cantik… 😉

Sakit? yepp.

dari cerita2 di kamar sauna, saya jadi tau beberapa hal tentang memilih pasangan hidup. saya harus ikhlas., itu intinya. share dengan para perempuan ini membuat saya memilih untuk menjadi perempuan cantik versi saya sendiri. menjalani hidup dengan tenang dengan bismillah sebagai pembukanya.

Banyak treatment yang para perempuan ini lakukan. setidaknya untuk sekedar membuat dia tampak lebih menarik. dan tentu saja tak sedikit uang yang terbelanjakan untuk keperluan ini (lucky me, sauna saya gratis fasilitas kompleks, alhamdulillah). Spend uang untuk senam, akupuntur, sauna, perawatan kulit, vagina, kuku.. dll. dan belum lagi cerita miring tentang diet buta yang mereka lakukan. ataupun suntik ini itu agar terlihat lebih mancung atau operasi bibir agar merebak menawan dan menantang. Lengkap dengan bumbu kata-kata “ampun deh jeng, kalo bukan karena suami suka bibir tebel aja gw ogah operasi macem ini”.. oh GOD.. semoga suaminya tetap setia, karena aku tau sendiri, suami itu ada affair dengan perempuan lain. Yeah, that’s life.. karena itulah Tuhan ciptakan jalan sabar dan jalan sholat untuk menemukan rasa ikhlas di hati.

Menjadi seorang yang cantik memang sakit. Badan harus betah di dalam sauna (dengan resiko kornea mengering, kulit mengering, dehydrasi dan nafas terganggu karena uap air panas). Musti rutin menjadlani treatment tusuk-tusuk dimuka kalo pas ada jerawat. musti menahan sakit luar biasa dan sulit makan saat men-seksi-kan bibir. musti menahan lapar dengan resiko maagh dan usus luka saat sedang treatment diet. Belum lagi untuk malu gara-gara ditemukan pingsan dan kurang gizi gara-gara salah diet.. ouchhh.. intinya.. sakit.

Sebenarnya, menjadi cantik dan menyenangkan suami itu adalah kewajiban. Tapi sewajarnyalah.. dan gunakan treatment yang tepat. konsultasikan dengan ahlinya. dan jangan abaikan kesehatan. Utamakan kesehatan jiwa anda juga.. ;P karena bnyak sekali perempuan yang mendesita anorexia maupun bulimia karena obsesinya.

Dan yang penting, jangan lupakan keluarga anda.

karena saat para perempuan ini sedang asik mempercantik diri, suami mereka saya dapati sedang asik juga dengan seorang perempuan lain.. yang malah fisically, biasa aja tuuhhh… 😉 Nah lo, gimana coba bila anda menjadi saya, saksi keanehan hidup suami istri itu??

 

 

-menghela nafas dalam-dalam…dan membiarkan kenyataan yang menjawabnya-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: