just to tell u the untold ones..

Archive for February, 2018

Klinik Tumbuh Kembang

Karena pengen si emak agar si anak pertumbuhannya terarah, maka bbrp bulan lalu si emak hunting beberapa Klinik Tumbuh Kembang dan fisio terapi.

1. Klinik Fisio terapi Eka Hospital.

Disini pasien harus konsul dl k dokter rehab medik/ Fisik dan rehabiblitasi. Kemudian dokter rehab medik akan mengarahkan anak utk mendapatkan terapi fisio apa saja Dan berapa frekuensinya dalam seminggu. Dr Fanny Aliwarga OK loh, tapi full banget jadualnya.. Dr Julius Aliwarga (ini papa Dr Fanny) juga praktek disini.

2. Klinik Fisio Terapi Omni Alam Sutera

Sama seperti di Eka Hospital, pasien harus konsul dl dengan dokter utk mendapatkan treatment yang tepat.

3. Klinik Pela 9

Ini klinik yang pusatnya di Kebayoran Lama tepatnya d jl Kramat Raya no 9. Placement di lakukan d Pela Kebayoran Lama dengan konsul ke Dokter Neurolog terlebih dahulu yaitu dokter Ira Kamarul. Biaya konsul Dr Ira sebesar Rp 650k d luar vitamin. Nanti setelah placement, baru akan diinfokan apakah perlu assessment lanjutan atau tidak. Biaya assessment lanjutan sekitar Rp 1,5 – 2jt. Per kedatangan utk Fisio terapi biayanya antara Rp 190 – 230k perkedatangan tergantung jam terbang terapis. Setelah placement nanti, terapi dapat dilakukan di cabang2 Pela 9 terdekat dari rumah.

4. Klinik Tumbuh Kembang Spectrum

Klinik ini pusatnya di Bintaro dan kayaknya belum ada cabang. Yayasannya punya sekolah luar biasa juga di Bintaro. Klinik lama posisinya Ada d jl Teuku Umar sektor 7, skrg sudah pindah ke Jl Jombang depan Alfamart Jombang. Masuk pertama kali harus placement test/ assessment biaya kl ga salah sekitar Rp 1.75 – 2.5jt (lupa sih tepatnya..). Disitu si anak akan di lihat respon respon perkebangannya oleh terapis, psikolog dan psikiater dengan cara d ajak main main. Sementara sesudah itu, orgtua harus ada sesi wawancara dengan psikolog dan psikiater. Biaya terapi fisio disini besarnya sekitar Rp 2.5 jt/ bulan utk 8 sesi pertemuan. Kalau bolos tanpa pemberitahuan atau surat sakit, Ada denda Rp. 10k.

5. Klinik Tumbuh Kembang Anakku

Klinik ini di ampu oleh profesor Hardiono (CMIIW yess..). Perjalanan menuju klinik anakku ini awalnya karena pengen dapat opini dari dokter anak selain di jaksel-tangsel tentang GDD nya Lintang. Dengan nama besar prof Hardiono di dunia per-youtube-an. Maka buatlah kami appointment dengan prof Hardiono di RS Columbia Asia Kelapa Gading. Antrian appointment ini bisa 3-4 bulan looohh.. so, better coba utk cari info tentang Dokter Ivan, karena analisa dokter ivan ini di assists langsung oleh prof Hardiono. Oleh Prof Hardiono, kami di sarankan untuk ikut kelas for Care Taker yg di ajarkan oleh Bu Dewi di klinik Anakku Kayu Putih. Kelas ini mengajarkan apa apa saja yang perlu dilakukan care taker (bisa bawa seluruh care taker baik ayah ibu kakek nenek dan asisten di rumah) untuk dapat mempercepat stimulasi perkembangan Lintang. Prosesnya, terapis akan bermain dan mengamati kemampuan Lintang dulu. Kemudian baru akan mengajarkan sedikit teori perkembangan anak, lalu tips tips yang bisa dilakukan di rumah. Biaya untuk kelas ini Rp. 600.000. Dan worttthhhyyyy…! serius.

Cabang Klinik Anakku ini ada yg dekt rumah, di BSD. tapi tetep yess, lebih dekat Spectrum sih..

Anyway, komunikasi dua arah antara caretaker dengan terapis dan latihan setiap hari dapat mempercepat perkembangan anak.

Alhamdulillah, MasyaAlloh Tabarokalloh.. dengan kasus prematur dan hipotonia dengan sempat vakum terapi selama 6 bulan karena Kawazaki Disease. Di usia 21 bulan Lintang mulai jalan mandiri. Dan sekarang mulai cerewet. Kita tetap berjuang ya Mas, ibu temanin selalu :*

Advertisements

Lintang & Klinik Tumbuh Kembang

Since Lintang lahir prematur dibawah 35weeks (Lintang lahir 33-34 weeks) dengan BB 1.9kg dan harus d NICU selama 3 minggu, si emak dibekali oleh dokter wejangan agar selalu pantau tumbuh kembangnya extra. Sejak kecil Lintang sudah bolak balik k dokter fisioterapi utk pembentukan otot (udah macem atlit yessss…). Karena Ada bbrp delay kemampuan seperti berbalik badan/ rolling baru bs d lakukan d usia 6-7 bulan.

Saya akui sih kl sy emak yg protektif terhadap anak, tapi berdasarkan data umum kemampuan anak memang sudah seharusnya bertemu ahlinya. Dan ga lama, hanya 2-3 pertemuan senam senam kecil, Lintang sudah bs rolling lancar dan bahkan nampak heppi rolling Sana sini.

Dan d tambah efek penggunaan pengencer darah selama 2 bulan pasca Kawazaki Diseasenya yang membuat harus membatasi hard activity (takut berdarah berlebihan, krn pas hidung kecolok dikit aja darahnya udah banyak d lantai dan baju suster..), Lintang motoriknya telat semakin mundur. Usia 14 bulan baru berlatih otot perut utk duduk. Alhamdulillaah 3-4 Kali pertemuan (seminggu 2x, jadi dlm 2 minggu), Lintang sudah ahli duduk sendiri (sebelumnya duduk d bouncher dan di bantu dudukin).

Milestone selanjutnya adalah melatih berjalan. Milestone yg ini membutuhkan lebih banyak kesabaran dan ketekunan melatih. Karena penguatannya harus menyeluruh, dari tulang belakang, pinggang, pinggul, lutut, angkle dan sistem keseimbangan tubuhnya harus d latih semua..

5 February lalu Lintang ultah yg kedua, Lintang sudah mahir jalan d railing, mahir titah, mahir manjat di training board sudut 45deg setinggi 165cm (ini pas banget setinggi emaknya), merambat, merangkak naik tangga sampai lantai atas, tapi masih takut naik moving object.

Progress yg mini utk anak anak seusianya, tapi untuk kami, ini progress yg sangat kami syukuri.

Rencana awal malah ga mau sekolahin Lintang d usia dini, tapi ternyata sejak kecil memang musti akrab2 sama belajar. Sekarang Lintang seminggu 3x belajar di klinik Tumbuh Kembang. Dan programnya lebih k penguatan proses berdirinya sambil bermain-main. Jangan bosan bosan belajar ya nak.. Love you to the moon and back, around the universe and back!

Glad to say thanks to all the kindhearted people around us.

Tag Cloud