just to tell u the untold ones..

Bergota

Pak Sigit masih asik ngudud di warungnya. Sementara Pak Slamet, pedagang bunga, seru dengan sesapan sesapan kopinya.
Endang baru keluar kamar sambil menggaruk kepala di balik rambut kriwelnya. 

“Mau jadi apa kamu? Jam sepuluh Tau?!”, Bentak Bu Demi, ibu Endang. “Itu cucian di jemur dulu!”

Endang gontai melangkah ke belakang rumah, mengangkat satu ember penuh cucian siap jemur.

“Pagi Pak Sigit, enak nih kalau boleh kopi gratis”, sapa Endang ke tetangga belakang rumah sambil mengatur letak sepotong span, persis d nisan kuburan. 

“Sini aja neng, harga bisa diatur laah”, teriak Pak Sigit dari warungnya yang hanya berjarak 5 makam dr rumah Endang. 

Kata orang, kuburan itu serem. Mitos hantu hantuan sering di kait kaitkan dengan istilah kuburan. Buat warga Bergota, mitos itu sudah kalah oleh kepasrahan. Kuburan yg ada di sekitaran rumah rumah itu sudah macam pagar rumah saja buat mereka. Palingan bedanya kl Ada longsoran dikit, org ga cuman sibuk ngumpulin puing, tapi juga sibuk ngumpulin puzzle tulang belulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: