just to tell u the untold ones..

One missed shot.

Arinda menuruni escalator yang sengaja dimatikan di sore yang mulai hujan itu. Tempias air hujan terbawa angin menerpa, basah. Kerumunan orang menunggu jemputan di lobby. Arinda menatap langit mendung dan mencoba mengeluarkan payungnya.

Dandi melihat Arinda menuruni tangga. Sudut matanya selalu tercuri. Ah, Dia yang selalu ceria, bibirnya pun masih tersenyum dimusim yang cukup menyebalkan seperti ini.
Dandi menutup jaketnya erat. Melihat taksinya menghampiri. Lalu berbalik menuju Arinda yang bersiap mengambil payungnya. Dandi ingin menawarkan berbagi taksi. Dandi mengembangkan senyum hangatnya bersiap menyapa. Tapi semua terhenti. Mata Dandi terpaku pada cincin di jari manis Arinda. Dandi memutar badannya kembali, menuju taksi pesanannya. Menutup pintu. Serapat menutup hatinya pada Arinda.

Beberapa orang yang sempat memperhatikan Dandi terpaku mengiringi kepergian taksi Dandi.

Arinda membuka payungnya. Melangkah menembus hujan yang deras. Tetap sambil tersenyum menikmati tempiasannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: