just to tell u the untold ones..

Archive for February, 2014

MMC Ilang

Ceritanya di mulai pas ada dinas jebakan di Puncak. Dines yang harusnya hanya 2hari Management Workshop, tiba2 mendadak disuruh lanjut untuk ikut Portfolio Asset 3 Hari kedepan. Padahal sayanya bukan anggota gank portofolio. Alhasil, kamar hotel saya yg tadinya di gedung seberang bareng team management workshop dipindah deh ke gedung yg isinya Genk portfolio.
Berhubung lagi sibuk jadi kroco diantara team management, jadi kan saya ga bisa tu ya mindah2 barang. Si EO inisiatip mindahin.
Keselip deh itu MMC.
Buat sy kisah ilang mmc masuk dalam kategori kisah tragisssss…
Karena hasil donlotan lagu disimpennya d mmc 😥
Seratusan lagu ilaaangggg (belum lagi foto2nya)… Ya masak sih harus donlot lagi

Untung si bro Agx masih mau kirim2 lagu lagi. Skrg sih uda mulai bener recovery isi mmc nya. Walaupun ga bisa semua recovered juga ya pastinya.

Advertisements

ARISAN

Jadi ceritanya saya nih bendahara arisan komplek ya. Bukan arisan besar2an sih. 75ribu aja, 50k uang arisan murni, 10k uang konsumsi dan 15ribu uang kas. Uang kas ini peruntukannya untuk uang simpati baik untuk keluarga sakit maupun meninggal.
Permasalahannya klasik. Salah paham antar tetangga, pemikiran negatif ttg blok lain, telat bayar arisan berbulan2 dengan alasan yg bejibun.

Tapi at least lumayan Juga untuk latihan sabar dan ngemong orang yang isi kepalanya macem2 itu. Bayangin, cuman mw arisan keluar (makan d luar gituuu),  susah banget nyatuin pendapatnya. Jenis makanannya lah, tempatnya yg kurang asik lah, harganya lah, ga ada pump room lah, ga ada children play ground lah, ga ada smoking room terpisah lah.. oh pluhliisss.. we’re not gonna live in that restaurant forever dears.. paling sejam dua jam OK. Bapak2 yg mw rokok kan bisa keluar bentar. Atau nahan bentar. Cinta deh ama pendapat kalian yg ekstrem ituh :p

However mereka sweet kok deep inside.. Deep Inside.. etapi ada buktinya sih, pas saya terpaksa pindah kamar ke Eka Hospital, mereka berbondong ksana nengok.. kalo inget manisnya sih jadi kangen ama mereka 🙂

Mungkin aku perlu psikiater.
Awalnya, aku pikir ini hanya sebuah fase kembalinya ingatan tentang masa kecil. Kembalinya kenangan-kenangan tentang Simbah Putri dengan senyum hangatnya membangunkan tidurku di pagi yang super dingin, dengan menawarkan beberapa biji Melinjo bakar yg masih hangat diatas sebuah piring kecil. Bakar melinjo adalah salah satu kegiatan kami, aku dan sederet sepupu lainnya, saat berlibur d rumah Simbah Putri. Melinjo dimasukkan ke dalam tungku api sambil d balik2 menunggu kulitnya pecah. Kegiatan ini membantu menghangatkan badan kami di pagi hari. Kegiatan lain favoritku adalah bermain di kebun belakang rumah yang penuh dengan berbagai tanaman buah-buahan. Untuk kami, kebun adalah istana bermain. Kami boleh membuat racing route kami sendiri dan bersepeda sampai kami kecapean. Kami boleh membuat rumah2an dari daun kelapa. Kami boleh minta buah apapun yang ada disitu sebanyak apapun yang kami mau, sebelum dijual ke pedagang yang berdatangan ke kebun Simbah. Kami raja di kebun itu.

Senin,
Pagi ini aroma melinjo bakar membangunkan tidurku. Aku benar2 merasa sedang di rumah simbah dengan lidah dan perut yang siap menerima melinjo bakar hangat.

Aku tersadar dari khayalan pagi ini.
Bangun dari tidur dan mulai berbenah memulai aktifitas senin pagi. Dengan bayangan senyum Simbah Putri yang menghampiri sudut meja kerjaku, mengelus rambutku ketika aku menyikatnya di toilet dan menarik ujung ekor rambutku yang sengaja aku biarkan memanjang. Ah, Simbah Putri memang selalu tidak suka ekor rambutku ini. Mirip ekor rambut jin usil katanya. Mirip ekor rambut Lucifer kataku. Dan Simbah Putri akan mengacungkan telunjuk di bibirku. Sssstt…

Sebuah bayangan bergerak pergi menjauh. Aku merasa janggal. Bukan Lucifer.

Selasa
Mimpi kali ini menguras emosi. Lagu Bunga Anggrek terngiang2 di telinga. Simbah Kakung memainkan gitarnya dan menyanyikan dalam bahasa Belanda untukku. Aku merengek2 untuk dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. Syaratnya, aku harus ikut bernyanyi. Tak pernah usai lagu itu kami nyanyikan. Karena air mata haru selalu menggagalkannya.. berkali kami ulang tapi sama saja.
“Kulo kangen simbah”
Simbah Kakung hanya tersenyum dan mencium rambutku.
“Sing mawas diri nduk.. sing pinter2 njaga awak”
Entah suara itu dari mana. Yang aku lihat hanya Simbah Kakung tersenyum dan semakin Samar.
Kajian pagi dan pujian Subuh membangunkanku.

Rabu
Bayangan berkelebat semakin sering. Entah kapan datang, tapi aku menyadarinya hanya saat bayangan itu pergi.
Jelas bukan Lucifer.

Kamis
Aku perlu psikiater.
Aku perlu dokter.
Aku demam.
Kelebat bayangan kembali mengganggu. Aku terganggu.

Jumat
Sedari pagi aku tau Lucifer mengikuti langkah-langkahku. Rambut panjang hitamnya terurai. Ekor rambutnya menjuntai. Raut mukanya yang selalu dinaung duka melengkapi warna hitam jubahnya.
“Siapa dia?” Aku bertanya, hampir berbisik.
“…”
“Luce? ”
Helaan nafas panjang terdengar lembut tapi jelas.
Lucifer membalikkan badan.
“Akan diurus kalau mengganggu”
“Siapa?”
“Anak manusia, mencoba masuk dunia bawah sadarmu”
“Untuk apa? ”
Luce tersenyum tipis lalu menghilang.

Teman khayalan kecilku Ini memang menjengkelkan. Dari dulu hanya menatap dari jauh dalam diamnya. Disaat Kuncung Dan Bawuk, dua penunggu pohon salak pojok belakang rumah Simbah, mengajakku bermain, Luce selalu hanya berdiri mengawasi kami. Tanpa ekspresi.

Tapi hanya dia yang masih sering mengunjungiku sampai sekarang. Sekedar berdiri dalam diam.

Malamnya aku bermimpi Lucifer datang mengajak Kuncung Dan Bawuk. Kami bercanda bercerita sampai larut malam dan tertidur.

Kali ini kelebatan bayangan membangunkan tidurku.

Sabtu
Psikiater hanya tersenyum menyimak ceritaku. Mencoba mengajakku mendeskripsikan ceritaku lebih detail. Termasuk hal hal yang aku rasakan pada setiap tokoh yang hadir dalam ceritaku.
Aku tau, di ujung nanti aku akan merindukan mereka.

Sementara di kejauhan Lucifer tertunduk dalam diamnya. Berlari dan terpejam melesat menembus awan.

Dan sebuah bayangan menatap dalam duka. Membelai lembut serpihan hatinya.
Mencoba menyentuh yang tak tersentuh.
Mencoba mengerti, getar dihatinya takkan pernah tersampaikan..
Mencoba mengerti, di alam bawah sadar pun tak berhak dia mencinta.

A Cab Thought

Traffic of Jakarta is a bunch of shit and people knows that. And lucky me I got couple today! One in the morning and one in this evening. @_@

“Evening Mrs, where do u wanna go? ” cab driver asked me.
“Bintaro ”
“Which route u want to choose? ”
… blank. Friday and these hours?? It was 6:30pm and I saw a suck traffic laid before me..
“We’ll see, just drive.. we’ll see ” I answered.

Friday nite and streets of Jakarta is a perfect combination of high stress investment. If you’re lucky, a stroke will ends you *woops!*

In this situation, we need a sharp intuition approach and advance capability to choose the best route. Even whichever you choose, you’ll find stuck. But at least, find the less one.

Some people makes their great decision, they got the fastest one. Some other has to be more patient facing this traffic shit things.

Crazy things called traffic is common in Jakarta (and others big city). Once you make your decision, you’ll hardly turn over or even just undo your decision. Facing your own decision is the best policy. Enjoy the decision while you turn your radio on. Sing along, shake your body as the music on..

Such this perfectly imperfect world we live in, sometimes, there’s nothing we can do after all the decision decided. After someword’s been spoken. Nothing but enjoying while we’Re trying and praying.

Whatever and wherever life drags us into, just enjoy every ups and downs. We probably can do nothing to fix other’s heart, we probably can do nothing to fix some mistakes we made, we probably can do nothing to get what we want. But time will answers, warm will heals, and smile will reveals. So just enjoy..

There’s always something sweet in the end, that’s y this fate has written in this hand 🙂

How high can you fly ?

image

Haiiishhhh..

Rekap Drama 5 Feb 2014

Early warn, Ini bukan cerita sedih yaa.. :p

1. Demam + flu
2. Bangun ksiangan 5:45
3. Turun kereta 6:35 keujanan. Gak bw jas ujan/ payung. Stupid!
4. Nyebrang gate stasiun ujan2an ga ada taksi 😥
5. Naik ojek ujan2, abangnya ga punya jas ujan cadangan. Cantik..
6. Sampe kantor cari access card g ketemu. Terpaksa dagang senyum manis cari mangsa.. (akses pertama d bukain pak Adi SF, kedua oleh security Iswanto)
7. Lantai 26, mas Sugi security lg anter org -____- Untung Artika lewat.. 7:05 sampe meja.
8. Kering2in kerudung, ganti kaus + jaket, keringin tas. Nemu akses card -______- pdhl uda hampir jam 8 -________-
9. Mw beli jus pagi. Ternyata dompet ketinggalan d Rumah. Untung giliran pak Agung yg beli.
10. Speechless krn uda dr selasa niatan beli minuman anget di coffee bean buat sedikit nebus salah ke orang, tapi ternyata ga bawa dompet.
11. Laper, tapi duit yg ada tinggal 15ribuan d pocket receh.
12. Somehow nemu duit 50ribu di sela2 buku catetan. Otak lagi waras, buat beli minuman anget sesuai niatan aja deh. Laper sih biasa :p
13. Short memory lost. Ini creepy buat aku, krn akhir2 ini sering kjadian.
14. Meeting g slesai2 pdhl PR d meja numpuk @_@
15. Set 1 lebih baru tau kaka O balik krn sakit 😦 pdhl uda rencana mw sms banking trus pinjem ATM buat ambil duit. Akhirnya ngutang deh ama pak Agung (pdhl sbnrnya uda d tawarin sejak pagi td hehee)
16. Jelas absensi tanggal ini merah karena aku balik 16:10.

Tapi tetep alhamdulillah.. Ada Sop baso anget diatas meja pas sampai rumah 🙂

Selamat! Alamat di kucilkan.

Sesudah natal ga pulang Boja, dan budhe kateterisasi aku ga bisa nengok lalu nikahan mas Andrew kayaknya ga bisa dateng (rencana cmn dtg pemberkatan, tp ternyata pemberkatan d Banjarnegara juga).. lengkap ! Harus segera kirim upeti permohonan maaf missed berbagai occasions.

Mari kita pusing cari gift!  @_@

Tag Cloud