just to tell u the untold ones..

Archive for December, 2009

Nak..

Hari ini Bunda akan lewati ujian, Nak..

Bekal sudah Bunda siapkan baik baik..

Bunda pakai baju putih terbaik Bunda..

Bunda kembangkan senyum terbaik Bunda..

Hari ini matahari bersinar hangat Nak..

Bukan terik Bukan pula redup..

Seakan hari ini tersenyum pada Bunda..

Ujian ini, Bunda pasti akan melewatinya..

Satu persatu Bunda lewati..

Satu persatu Bunda mencermati..

Senyum Bunda mengembang ketika amalan Bunda ditimbang..

Senyum Bunda semakin jelas ketika ilmu yang Bunda tinggalkan pada murid-murid Bunda ternyata membuat dunia semakin terjaga.. Bukankah Manusia adalah Penjaga Bumi ini Anakku..?

Tentu engkau tahu anakku, 3 amalan tak putus dunia.

Sekelebat Bunda ingat engkau Nak..

Pastilah engkau, Pembuka pintu surga Bunda Nak..

Betapa Bunda masih ingat, sewaktu engkau berangkat tiap sore untuk belajar mengaji..

Dan Bunda masih ingat ketika kecil pun, engkau juara di sekolahmu..

Ah, guru-guru di sekolahpun menyayangimu Nak..

Kawanmu banyak dan engkaupun penurut Nak..

Pedih hati Bunda teringat akan cerita hidup kita..

Maafkan Bunda tak bisa membekalimu dengan banyak harta..

Tak ada sepeda motor, pun tak ada sepeda kayuh..

Engkau tau Nak, hidup kita sederhana..

Itulah bekalmu sekarang Nak..

Saat berdiri engkau diatas kakimu sendiri..

Saat senyum hangat benar2 bisa terhias di wajahmu..

Tak terbias sisa perjuangan kita dulu Nak..

Bunda lega, Bunda meninggalkan engkau dalam keadaan terbaikmu..

Anakku..

Bunda tersenyum, engkau anak yang baik..

Bunda bangga, engkau mau mengerti..

Bunda terharu, engkau tak banyak menuntut Nak..

Bunda mengerti, tentu tak mudah untuk mu..

Bunda lakukan yang terbaik untuk kita Nak..

Hanya itu yang dulu Bunda sanggup berikan..

Hari ini akhir dari semua Pengujian..

Perhitungan Sempurna hasil ujian di dunia..

Anak yang sholeh..

Pembuka Pintu Surga Bunda.. Bunda mengharapkanmu Anakku..

Tapi mengapa begini anakku..?

Panas sekali tempat ini.. Tak Kuasa Bunda disini..

Astaghfirullahhal’adziimm.. Ya Allah ampuni hamba..

Hamba tak kuasa menahan panasnya..

Astaghfirullahhal’adziimm..

APA YANG KAU LAKUKAN DILUAR SANA ANAKKUUU???????????

KEMANA ANAK BUNDA YANG SHOLEH????????????

ASTAGHFIRULLAH HAL’ADZIIM.. YA ALLAH..

-based on a story of a mom, thnx for the shared-

Advertisements

the things.. the things..

the unspoken one.. then u’ll never hear..

the untold one.. then u’ll never understand..

the untrusted.. then u’ll never be respected..

built all the dreams just to make it ruined..

lil child sings, a nice song u’ll never hear..

they smiles and laughs all the joy u’ll never know..

people dance and happy of the world..

then u’ll hurt by the things u’ll never know, somehow..

u’ll got ur mourn and all the things called as hollow..

-cause the things u give is the things u get-

just me, my tea and the nite..

well, we’ll never know.. when will everything turns right n when it will goes wrong.. it’s all ups n downs.. so messed and awfull.. dark n stormy..

just like what i feel bout my current_office’s_circumtances.. blamefull, crankfull and defeat each others. where did “cooperation” goes by??? dunno how to respect them after all what they’ve done.. *sigh.. A for today, B for nextmorning, and A again for the noon.. cmon, tell me, or maybe just, show me.. WHAT DO YOU WANT???

im so flattered with this situation..

sun is just like what i needed the most. warm, then i can see who and how.

im just waiting for the light to shows, what’s the meaning of this.. waiting when will everything’s clear..

im here, with a cup of tea.. no books, no friends, no music.. just me, my tea and the nite..

A dream which almost disappear..

suatu renungan di perjalanan antara prabumulih-palembang..

Hari itu hari kamis siang menjelang sore, ketika double cabin yang membawa saya melaju tenang.. perjalanan yang biasa saya tempuh untuk menuju bandara internasional Sutan Mahmud Badarrudinsyah II. Bandara Palembang. Diantara semak dan rimbunnya pohon rambutan, mata saya menatap sebuah rumah kecil dengan kebun yang luas dan berpagarkan kayu.. ah.. sakit rasanya mengingat mimpi saya ini. kehidupan desa. bertanam. dan beternak. mimpi lama yang mungkin akan hanya selalu menjadi mimpi..

yah, hidup memang tidak bisa hanya terpaku pada mimpi kita seorang. masih ada mimpi2 orang lain yang kadang malah menjadi prioritas kita, paling tidak, begitulah saya..

Toh selama ini, hidup saya tak pernah benar2 menjadi milik saya. pilihan pilihan yang saya buat selalu menjadi pilihan atas dasar norma masyarakat.. sepantasnya, dimata masyarakat.

mimpi kecil untuk mengunjungi makam sahabat baik saya pun hanya menjadi mimpi hingga saat ini. apalagi mimpi untuk hidup d jogja dalam kesederhanaan. keluarga yang seru. anak-anak yang bandel. kemping d akhir minggu dengan api unggun, gitar dan bintang..

ah, sudahlah, mending sekarang saya latihan gitar lebih rajin saja.. tanpa gitar dan suara nyanyian, saya benar2 bisa gila..

airmata saya jatuh demi suatu duka akan hilangnya mimpi-mimpi saya. mimpi sederhana saya.

sedih pun tak kan mewujudkan mimpi2 saya itu bukan..? langit di sana tampak kelabu dan semakin pekat.. dan disini saya hanya mampu berdiri. membiarkan hujan turun menghapus semua mimpi-mimpi saya.

TERBANGUN, dan tersadar.. takkan ada lagi rumah sederhana itu, api unggun, dingin menggigil, dan iringan gitar memandu senandung malam saya. saya terbangun dan TERSADAR.

-sounds of a hollow-

Tag Cloud