just to tell u the untold ones..

Archive for October, 2009

istanaku.. aku merindumu..

seorang putri yang biasa menari ceria di hutan, bersama serigala dan singa yang menyayanginya.. melagukan cerita indah tentang hidup. mensyukuri embun yang menetes d ujung daun.. memandang takjub pada tiap horison yang menutup hari. berdebar menunggu mentari untuk kembali bersinar..

sang putri ceria melangkahkan kakinya keluar semak. menatap takjub pada sebuah kuda putih. dengan seorang pangeran diatas kuda itu. pangeran mengajaknya berjalan mengelilingi pedesaan. bahagia mengamati suasana yang benar2 baru.. bahagia.. sampai didengarnya suatu tangis di ujung jalan. sang pangeran menghentakkan kudanya berlari menjauhi ujung jalan itu..

malam semakin pekat ketika sang putri mengendap keluar dari peraduannya. menuju ujung jalan itu..

tangis meruah. pilu membiru.. pangeran, ternyata meninggalkan seorang putri lainnya. di ujung jalan itu.. sendiri.

sang putri tak mengerti harus apa. naif memikirkan, tak ada yang pernah mau dilukai.. hidup, adalah untuk mencintai, bukan melukai..

sang putri mulai menyadari, hutannya benar2 tempat yang paling aman. serigala adalah pengawalnya paling setia, dam singa adalah panutannya yang paling anggun.. istana yang sebenar2nya.. nyaman dan damai. bukan istana yang dibangun dengan topeng. bukan keindahan dan santun yang dibangun diatas suatu hal yang di sebut penipuan..

sang putri melangkahkan kakinya .. menyanyikan lagu kecil tentang kehidupan.. tak ada yang benar jujur di dunia manusia ini.. betapa hewan akan tampak lebih mulia dimatanya. karena manusia tak mampu menahan dan mengendalikan nafsunya..

-masyaAllah-

inside.. here, inside..

aku ga akan pernah tega melukainya, toh aku punya adik perempuan dan punya ibu. lagipun aku ingin seorang anak perempuan nantinya.. apa kamu pikir hatiku memang seutuhnya sudah tertanam? karena separuhnya masih ada ditanganku sendiri..

riuh aur masih membuai jernihnya pikiranku siang ini. teriknya matahari terasa menyengat pori kulitku.. Oh Tuhan, naif sekali aku.. bukankah hidup adalah tentang perjuangan. bukan tentang mengalah.. aku berdiri dalam bimbang, aku inginkan petunjukMU makin terang untukku..

riuh aur membuyarkan angan. ini hidup. semua yang ada adalah tentang nyata.. mual aku memikirkannya. muak aku menjalaninnya.. tapi apakah itu akan menolong dia untuk tetap di Jalan Nya..? Toh hidayah hanyalah Tuhan yang punya.. laa haulla walla quwatta illa billah..

saat rasa mati dan logika menjadi

sebuah tulisan untuk membuang..

bahwa saya sebenarnya menyadari dengan siapa saya berbicara.. ketika pertama kali saya menangkap pupil yang mengecil dengan binaran yang tertangkap sebagai sesuatu yang palsu. tapi telinga mampu mendengarkan alasan yang berasal dari mulut yang mungkin berdusta dan otakpun bekerja dengan garis2 yang sejajar dengan 1+1 = 2. pada saat yang sama “rasa” pun mati terinjak-injak sesuatu yang disebut L O G I K A.

bahwa saya sebenarnya menyadari resiko berbicara dengan dia.. Ketika manner didepan publik mengalahkan aturan yang Hitam dan yang Putih. bukan sesuatu yang benar yang menjadi pegangan, namun sesuatu yang indah dan baik yang menjadi pegangan. banyak yang tertipu oleh manner baik, santun dan sopan dalam bermasyarakat. dan tersisihlah golongan-golongan yang menyederhanakan dirinya akan penampilan namun mempertinggi dan memuliakan akhlaknya.. betapa dunia terbalik balik.. astaghfirullah hal ‘adziim..

banyak hal yang tertangkap sebagai hal ganjil oleh “rasa” saya.. namun logika menginjaknya mati. toh saya punya bukti. yang kadang membuat saya mual untuk kembali mengungkitnya..

betapa garis-garis 1+1=2 bukanlah suatu pegangan. betapa tatakrama yang bagus bukanlah satu-satunya ukuran. betapa kata naif dan idealis adalah salah satu dari beberapa prinsip hidup..

hadapi semua masalah karena cepat ataupun lambat semua akan datang. karena hanya logika yang selama ini bekerja. dan rasapun mati karenanya.

sabar dan ikhlaspun bebatas ajal.. mungkin ini tak akan lama, mungkin ini hanya akan sejenak, karena ajalpun tak ada yang pernah tau kapan datangnya.. mungkin setelah saya menuliskan tulisan ini, ajal saya bisa saja menjelang.

-honesty is the best policy, jujur akan tindak, jujur akan kata, jujur akan pikir-

Tag Cloud