just to tell u the untold ones..

ASAP

Hujan pun kapan sudi menyentuh kering tanah kami? asap menutup mata kami, kabur menjadi biasa kami. Tak lagi lagi temukan segar di pagi hari, di tanah kami yang kami cintai..

suara nyanyian itu tak sengaja saya dengar ketika pesawat yang membawa saya ke Pekanbaru parkir tepat di bandara. ah, nyanyian yang menurut saya hanya suatu nada yg tak sengaja tersenandung dari mulut seorang penduduk setempat, yang sedang melankolis karena barusaja menyentuh tanah kelahirannya. Seperti saya yang kadang tak sengaja menyenandungkan ‘semarang’ milik daniel sahuleka.

Tapi begitulah keadaan di Riau. Pagi itu, ketika job fishing saya selesai di sumur X, maka saya segera meluncur ke sumuy Y untuk test produksi. Pukul setengah 6 pagi, saya beserta rombongan yang terdiri dari 1 driver dan 1 field engineer meluncur menuju sumur Y. Dengan berbinar binar saya menginstruksikan driver untuk matikan AC dan marri kita buka jendela mobil.. Whalaaahh, bukan segar yang saya dapat, tapi ugghhhhhhh.. sesak nafas karena asap menjelang. Segera terdengar ketawa cekikak cekikik dari bapak driver dan Field Engineer..

Yah.. rupanya bukan hanya Prabumulih dan Jambi yang tertutup asap pada beberapa titik. Asap di Pekanbaru dan sekitarnya pun tak kalah tebal dan merata. 

Adakah yang bisa saya lakukan untuk ikut menunjukan empati dan simpati saya terhadap hal tersebut??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: